Sabtu, 19 September 2009

“Gula” YANG MANIS YANG MERUSAK

. Sabtu, 19 September 2009


Sebetulnya tubuh kita tidak memerlukan gula sebanyak yang dikonsumsi oleh orang – orang modern. Sayangnya, masyarakat kita tanpa sadar telah “dididik” dan “mendidik” agar mengkonsumsi gula sejak masih bayi. Memang makanan dan minuman jadi lebih enak, tapi apa akibatnya bagi kesehatan? Dan tahukah anda, gula itu jahat terhadap kulit?

Seberapa banyak anda mengkonsumsi gula setiap hari?

DIKONSUMSI BERLEBIHAN.
Apa salahnya minum dan makan manis-manis? Tentu saja tidak ada yang salah jika konsumsi itu tidak melebihi takaran. Masalahnya adalah bahwa kelebihan konsumsi gula berdampak bukan hanya pada kegemukan, melainkan juga menjadi jalan sakit diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan stroke.

Dan angka kejadian penyakit tersebut meningkat trus dari tahun ke tahun, khususnya di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Saat ini sebanyak 26% penduduk AS diketahui mengalami obesitas, dan pemerintah AS telah menyatakan kegembrotan sebagai pendemi. Dari survey yang dibuat pemerintah, rata-rata setiap hari penduduk AS mengkonsumsi 22 sendok teh atau sekitar 355 kalori gula. Jumlah ini dinilai berlebihan, sehingga AHA menyarankan untuk wanita konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 6 sendok teh gula pasir (100 kalori) dan sembilan sendok teh (150 kalori) gula pasir untuk pria.

DIKONSUMSI BERLEBIHAN

Persoalan konsumsi gula berlebihan ini pula yang sejak lama menjadi keprihatinan. Salah satu pihak yang harus dipersalahkan adalah industri makanan dan minuman, dimulai dari susu untuk bayi, karena mereka mendorong konsumsi gula secara berlebihan.

Kenapa susu bayi harus diberi rasa manis? Jaman dulu susu bayi tidak manis. Masalahnya, tanpa dilatih dengan susu manispun manusia sudah cendrung untuk menyukai rasa manis. Dengan susu bayi dibuat manis, ini berarti anak-anak sejak lahir telah dibiasakan atau diajari mengkonsumsi manis.

SUMBER GULA LAIN
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebetulnya manusia tidak memerlukan gula tambahan (gula pasir), karena kebutuhan tubuh dapat terpenuhi dari sumber pangan lain. Seperti buah-buahan segar, nasi, ubi, tepung, dan lain-lain yang mengandung karbohidrat, ketika sampai di dalam tubuh akan diubah menjadi zat gula.

Makanan dan minuman manis, khususnya yang disukai anak seperti minuman ringan, cemilan dan sejenisnya itu seringkali menjadi subtitusi yang menghalangi anak-anak mendapatkan nutrisi yang diperlukan. Mereka cendrung menolak yang tidak manis meskipun nutrisinya sangat bagus.

BAGAIMANA GULA MENGERUTKAN KULIT.?

Manusia punya kesukaan alami terhadap gula. Namun, kelebihan konsumsi gula ternyata dapat menyumbang terjadinya penuaan dini pada kulit.

Gula atau glukosa merupakan monosakarida. Tiga jenis monosakarida yang berperan dalam gizi adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Fruktosa rasanya manis (gula dalam madu), glukosa sedikit manis, dan galaktosa tidak manis sama sekali.

Glukosa atau gula darah adalah sumber bahan baker utama bagi tubuh. Glukosa unik karena tidak seperti gula lainnya dapat diserap melalui lapisan mulut dan si usus kecil. Dalam takaran kecil, konsumsi gula dapat memberikan kenikmatan. Sebaliknya, bila sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah banyak, gula dapat menyebabkan kerusakan gigi, kekacauan nutrisi, kegemukan (obesitas), juga ikut mempercepat penuaan pada pembuluh darah serta kulit.

Setelah kita makan makanan yang mengandung gula, glukosa darah akan meningkat, sehingga insulin dilepaskan dari pancreas kedalam aliran darah untuk mengantar glukosa tersebut ke sel-sel tubuh. Kebanyakan sel-sel mengambil hanya sedikit glukosa yang langsung digunakan, sedangkan hati dan otot mengambil lebih banyak glukosa lalu mengubahnya menjadi glikogen untuk disimpan.

Nah, kelebihan gula yang tidak muat lagi disimpan oleh hati ini akan diubah menjadi lemak lalu dikirim ke sel-sel tubuh lainnya. Konsumsi gula yang berlebihan dapat merangsang proses “glycation” (molekul glukosa melekatkan diri pada molekul protein), dan ini membahayakan tubuh karena :
- Protein dalam aliran darah akan mengalami kerusakan.
- Kemampuan kulit untuk membuat enzim antioksidan dilumpuhkan.
- Kulit kehilangan elastisitasnya karena protein pada kulit serat seperti kolagen dan elastin menjadi rusak.
- Kulit menjadi cepat kering, raput dan mudah keriput.
- Kulit lebih rentan terhadap paparan sinar matahari.

Untuk menghindari malapetaka tersebut, apa yang sebaiknya kita lakukan?
- Mengurangi konsumsi gula dibawah 10 persen dari total asupan kalori harian.
- Mengurangi konsumsi makanan olahan, terutama yang bergula tinggi.
- Hindari gula yang dalam label disebut high-fructosa corn syrup.
- Hindari minuman manis, misalnya minuman ringan berkarbonasi dll.
- Perbanyak asupan sumber antioksidan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan.
- Berhenti merokok dan mengkonsumsi alcohol.


CARA GULA MERUSAK KESEHATAN.

Menurut Nancy Appleton, Ph.D, penulis buku Lick The Sugar Habit, terdapat berbagai dampak dari konsumsi gula yang berlebih terhadap system metabolisme diantaranya :
1. Gula dapat menekan system imun dan merusak pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi
2. Mengacaukan hubungan dalam tubuh, sehingga terjadi kekurangan kromium dan tembaga.juga menghambat penyerapan kalsium dan magnesium.
3. Meningkatkan adrenalin dengan cepat, meningkatkan hiperaktif, kecemasan,sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
4. Meningkatkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida, serta menurunkan HDL.
5. Menurunkan fungsi dan elastisitas jaringan tubuh.
6. Melemahkan penglihatan.
7. Menimbulkan banyak masalah pada pencernaan.
8. Menyebabkan penuaan dini.
9. Merusak gigi dan gusi.
10. Gula merupakan makanan bergizi bagi sel kanker (payudara, ovarium, postat, pancreas, paru-paru dan lain-lain.
11. Memicu penyakit autoimun, seperti arthritis, berbagai jenis sklerosisi, dll
12. Gula dapat menyuburkan jamur Candida albicans.
13. Gula dapat menyebabkan batu saluran kemih, usus buntu, wasir dan varises.
14. Menurunkan kadar vitamin E dalam tubuh.
15. Menyebabkan eksim pada anak-anak.
16. Merusak pancreas, ginjal dan hati.
17. Menyebabkan ketidakseimbangan hormone (ekstrogen pada pria dan mempengaruhi sindroma pramenstruasi)
18. Meningkaatkan radikal bebas dan stress oksidatif.
19. Merusak struktur DNA.
20. Menyebabkan sakit kepala, termasuk migrain, dll.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

migran juga bisa karna minum gula ya....berarti kalau migran harus kurangi minum yang manis2 ya....

Posting Komentar