Minggu, 23 Agustus 2009

OBAT PSIKOTIK CEGAH KANKER

. Minggu, 23 Agustus 2009

Suatu penemuan awal yang disiarkan International Journal of Cancer edisi online melaporkan bahwa obat antipsikotik yang disa digunakan untuk skizofrenia seperti pimozide, ternyata dapat membunuh sel-sel kanker otak, kanker payudara dan kanker paru-paru. Hasil tersebut diperoleh setelah para ahli melakukan percobaan in-vitro di laboratorium.

Beberapa stidu epidemiologi juga mencatat rendahnya kasus kanker, misalnya kanker paru-paru pada pasien skizofrenia, dibandingkan orang lain, meskipun pasien itu merokok.


Dalam studi terbaru, pimozide dites oleh tim dari University of New South Wales dan University of Queensland. Sel-sel kanker memerlukan koleterol dan lipid untuk berkembang biak. Para peneliti menduga bahwa pimozide membunuh sel kanker dengan cara memblokade gerakan kolesterol dan lipid, sehingga sel-sel kanker tidak sempat berkembang.

Guna menguji cara kerja pimozide itu para peneliti mengkombinasikan pimozide dengan mevastatin, obat penghambat kolesterol. “Ternyata kombinasi tersebut meningkatkan kematian sel-sel kanker,” ujar peneliti dari UNSW, Dr Louise Lutze-Mann, yang juga menulis laporan studi ini, seperti dikutip situs Medical newstoday.

Penggunaan obat tersebut dalam dosis tinggi menimbulkan efek samping seperti tremor dan kejang otot. Karena itu, obat-obatan tersebut akan digunakan dalam jangka pendek atau dikurangi dosisnya. Alternative untuk mengurangi efek samping, yaitu mengkombinasikannya dengan obat penurun kadar kolesterol, seperti mevastatin.


Para peneliti juga telah mengamati efek olazapine, obat antipsikotik generasi kedua, dan menemukan kemampuannya dalam membunuh sel kanker secara lebih kecil. Obat ini menunjukkan efektifitas yang paling besar dalam mengatasi kanker paru-paru.

Saat ini para peneliti sedang menguji obat ini pada tumor otak, terutama yang disebut glioblasma. Seringkali pasien gioblasma dinyatakan memiliki harapan hidup pendek, kurang dari satu tahun.

Hasil penelitian tersebut sangat menjanjikan karena obat ini 50 kali lipat lebih efektif dibandingkan dengan obat kemoterapi yang sedang digunakan, dalam membunuh sel kanker gliblastoma.

Harapan cerah ditunjukkan juga oleh grup lain obat-obatan yang disebut SERMs, obat antipsikotik yang efek sampingnya lebih sedikit.



Sumber : Tabloit Gaya Hidup Sehat

1 komentar:

komarudin Wahid mengatakan...

Tahun 2004-2008 istri saya pernah divonis oleh dokter menderita skizofrenia dan tidak boleh putus minum obat dari dokter. Alhamdulillah setelah mencoba obat herbal selama 1-2 bulan istri saya sembuh 100%. Tidak sulit tidur lagi, dapat mengantar jemput anak sekolah, memasak, mengajar mengaji dan bahkan berjualan.

Semoga bermanfaat.

Komarudin (081380323526) http://komarudin90.blogspot.com

Posting Komentar